Install Package, port, source @ freeBSD

untuk penginstalan source
-> mengunpack tarball (biasa dalam format compress, gzip atau bzip2).

  uncompress [-f] [file ...]

-> meng-compile nya. mungkin termasuk pengeditan Makefile atau menjalankan configure script dll.

-> test dan install

sinopsis
test -x file
install [-bCcMpSsv] [-B suffix] [-f flags] [-g group] [-m mode]
	     [-o owner] file1  fileN directory

untuk penginstalan package
-> sinopsis

pkg_add [-vInfFrRMSK] [-t template] [-p prefix] [-P prefix]
	     [-C chrootdir] pkg-name [pkg-name ...]

-> install

untuk penginstalan ports
-> portupgrade -N

sinopsis
portupgrade [-habcCDDefFijknNOpPPqrRsuvwWy] [-A command] [-B command]
		 [-l file] [-L format] [-S command] [-x pkgname_glob]
		 [[-o origin] [-m make_args] [-M make_env] pkgname_glob ]

(*thanks to wardah for the pure heart*)
Install Package, port, source @ freeBSD

Automatic Packet Reporting System (APRS)

Automatic Packet Reporting System (APRS)

Radio amatir yang berbasis sistem real time real-time tactical digital communications protocol untuk pertukaran banyak stations yang ada di seluruh area. APRS dikembangkan oleh Bob Bruninga pada akhir tahun 80-an. Sebaagai sebuah multi-user data network, ini agak berbeda dengan paket radio biasa.

APRS hanya terdiri dari empat paket data, Position/objects, Status, Messages dan Queries.
Position/object packets terdiri dari latitude/longitude, course dan speed, fields for power, antenna height, gain and voice operating frequency.
Peta memperlihatkan penggunaan fields untuk memplot range komunikasi dan konektivitas dari semua peserta yang mempunyai kemampuan untuk menghubungi user pada saat yang genting maupun keadaan normal.

APRS protokol sudah dikembangkan dan diadaptasi untuk mendukung projek yang secara tidak langsung berhubungan dengan tujuan aslinya. Yang paling terkenal adalah APRS FireNet dan PropNet projek.
APRS FireNet adalah internet-based system yang menggunakan APRS protokol dan mengirimkan informasi lebih detail tentang kebakaran, gempa bumi, dan cuaca.
PropNet menggunakan APRS protokol melampaui AX.25 dan PSK31 untuk mempelajari ekstensi frekuensi.

Automatic Packet Reporting System (APRS)

eQSO

eQSO

eQSO adalah layanan Voice over Internet Protocol (VoIP) yang dikembangkan untuk amatir radio. Ini memungkinkan amatir radio untuk saling terhubung tidak hanya menggunakan media udara, tetapi juga melalui Internet. Ini membuka peluang amatir radio dapat menikmati kebebasan berkomunikasi antara amatir radio lainnya melalui frekuensi radio, melalui Internet atau campuran keduanya.

Sejarah
Luasnya wilayah Indonesia serta tidak terhubungnya repeater-repeater amatir radio membuat YB0KLI dan rekan amatir radio di maillist orari-news@yahoogroups.com menggagas ide VoIP untuk me-link repeater di seluruh Indonesia.Sistemnya disebut “Repeater Phone Internasional“.
Lalu berbagai kendala muncul dan Proyek eQSO Indonesia 2007 kembali mencoba mewujudkan mimpi lama untuk menyediakan jalur komunikasi alternatif bagi Amatir Radio di Indonesia dan menyatukan repeater-repeater agar kita semua dapat berkomunikasi lebih mudah. Soft launching dimulai pada tanggal 1 Januari 2007 dan launching ke masyarakat amatir radio Indonesia tanggal 3 Januari 2007. Kami berharap agar proyek ini dapat bertahan hidup lama serta berkembang sesuai perkembangan teknologi.

eQSO

Radio??? Wireless???

Radio yang dimaksud adalah gelombang radio. Penemuan gelombang radio ini akan menuntun manusia pada penemuan menakjubkan lainnya, yaitu telepon dan telegraph. yang dikenal sebagai “Wireless Telegraphy”

Pada tahun 1860-an, James Clerk Maxwell memprediksi adanya keberadaan gelombang radio, tahun 1866 Heinrich Rudolph Hertz mendemonstrasikan variasi arus listrik yang bisa dibentuk menjadi gelombang radio. Tahun yang sama di US, seorang dokter gigi Mahlon Loomis, mendemonstrasikan wireless telegraphy.
Guglielmo Marconi, inventor dari italia, berhasil mengirimkan sinyal wireless ke English Channel, dan 2 tahun kemudian beliau mendapat telegraph huruf “S” dari england. Ini adalah kesuksesan pertama dalam penerjemahan radio wireless pada tahun 1902.

Karena para ilmuwn tahu bahwa ada hubungannya antara gelombang listrik dan gelombang magnet, maka mereka mencari hub tersebut, dan akhirnya terciptalah Wireless telegraphy, hubungan tanpa kabel…yang akan terkenal menjadi gelombang radio. Walaupun dalm perkembangannya ke sana para ilmuawan banyak yang berebut paten penciptaan wireless telegraphy.

Radio??? Wireless???

Apache Webserver ~

Apache Webserver adalah software terlaris yang digunakan orang di seluruh dunia.

Arti kata webserver itu sendiri adalah software yang digunakan untuk web service oleh komputer server.
Nah, salah satu contohnya adalah Apache. Dan kali in kita akan membahas apache karena merupakan software terpopuler di dunia webserver.

Apache adalah software open souce berbasis unix yang dibuat oleh Robert McCool. Mula-mula apache hanya bisa bekerja dibawah vendor linux atau unix (BSD), tapi sekarang apache sudah berkembang dan bisa digunakan pada OS seperti microsoft windows. Apache awalnya adalah solusi satu – satunya software webserver open source untuk vendor linux dan BSD. Dan apache adalah jenis freeware sehingga kita tidak perlu membajak-bajak lagi…^^;

Sejak April 1996 apache sangat populer dikalangan HTTP server di WWW. Lalu november 2005 mengalahkan microsoft dalam market share. Nah, untuk februari 2008 saja apache sudah digunakan oleh 50,93% website yang ada.

Apache menyediakan banyak fitur. Apache mendukung virtual hosting pada suatu server. Tidak hanya itu saja apche pun mendukung fitur bahasa pemprograman, diantaranya php (salah satu bahasa yang popular), perl (sebagai info saja ini adalah salah satu bahasa yang disukai pak Budi Rahardjo ^^;), phyton, Tcl.

Apache bisa digunakan untuk web statis maupun dinamis. Apache merupakan komponen dari webserver application stack, LAMP, bersama dengan MySQL dan PHP/Perl/Python.

Software license Apache dibawah Apache Foundation. Apache license membolehkan distribusi baik secara open source dan closed source.

Apache adalah jenis freeware yang tidak kompatibel dengan versi 2 GNU General Public License (GPL). Dan software dibawah naungan Apache Foundation tidak berhubungan dengan software yang didistribusikan GPL.

Nama Apache terdaftar sebagai trademark dan hanya bisa digunakan oleh pemegang lisensi apache.

Apache Webserver ~